Ini Isi Surat Sanksi FIFA pada PSSI

Ini Isi Surat Sanksi FIFA pada PSSI

Ini Isi Surat Sanksi FIFA pada PSSI

Ini Isi Surat Sanksi FIFA pada PSSI

Bandar Judi Bola, Jakarta – FIFA melaunching surat yang di tandatangani sekjennya, Jerome Valcke, yang ditujukan pada Sekjen PSSI Azwan Karim untuk memberi tahu bahwa Komite Eksekutif FIFA mengambil keputusan menjatuhkan hukuman pada PSSI.

Basic hukuman itu yaitu ada pelanggaran statuta FIFA, yakni intervensi pemerintah. Hukuman pada PSSI, yang notabene yaitu anggota FIFA, yaitu skorsing hingga batas saat yg tidak dijelaskan.

Di bawah ini terjemahan komplit surat FIFA itu, yang diantar lewat faksimile — serta sebagian jam lalu di konfirmasi melalui website resmi tubuh sepakbola dunia itu :
FAKSIMILI
KARIM Azwan
Sekretaris Umum
Persatuan Sepakbola Semua Indonesia

No Faks : +62 21 573 4386

Zurich, 30 Mei 2015
Ketentuan Komite Eksekutif FIFA : Penangguhan PSSI

Yang terhormat Sekretaris Jenderal,

Pada 18 Februari 2015, PSSI memberitahu FIFA bahwa Indonesian Super League (ISL) telah ditangguhkan lantaran Tubuh Berolahraga Profesional Indonesia (BOPI) –sebuah tubuh dari Kementerian Pemuda serta Olahraga– memberlakukan persyaratan spesifik pada klub-klub ISL agar terus memiliki hak turut pertandingan. Dengan cara spesial, BOPI menghindar dua club (Arema serta Persebaya) untuk ikuti di ISL, dengan menyebutkan bahwa keduanya tak penuhi persyaratan lisensi dari BOPI. PSSI lalu memberitahu FIFA bahwa ke-2 club penuhi persyaratan lisensi dari PSSI. Pada 19 Februari 2015, kami memberitahu PSSI bahwa aksi yang di ambil BOPI tidak mematuhi pasal 13 serta 17 dari Statuta FIFA serta meminta masalah itu dikerjakan saat sebelum 23 Februari 2015. Pada 23 Februari 2015, PSSI menyampaikan kabar pada kami bahwa musim bakal diawali pada 4 April 2015.

Musim ISL diawali pada 4 April 2015 serta memasukkan dua club yang dilarang BOPI turut berkompetisi. Pada 8 April 2015, BOPI menulis surat pada PSSI serta meneror untuk menjatuhkan hukuman bila mereka selalu menggerakkan ISL. Pada 12 April 2015, Komite Eksekutif PSSI mengambil keputusan hentikan ISL hingga sesudah penentuan ketua umum PSSI dikerjakan minggu selanjutnya pada 18 April 2015. Pada 18 April 2015, Kongres PSSI pilih Komite Eksekutif baru (La Nyalla Mahmud Mattalitti, Hinca Pandjaitan, Erwin Dwi Budiawan, Lasiya, Robertho Rouw, Tony Apriliani, Djamal Aziz, Diza Rasyid Ali, Zulfadli, Husni E Hasibuan, Dodi Reza Alex Noerdin, Gusti Randa, Reva Deddy Paling utama, Johar Lin Eng, Hadiyandra). Laporan diserahkan pada AFC (yang wakilnya datang) serta PSSI menyebutkan bahwa Kongres PSSI telah berjalan lancar serta sesuai sama Statuta PSSI, serta tak ada kekurangan beberapa hal yang prosedural.

Pada 22 April 2015, PSSI menyampaikan kabar pada kami bahwa kementerian sudah mengambil aksi mendekati Kongres PSSI (17 April 2015). Ini lalu di konfirmasi oleh surat dari menteri pada kami tertanggal 22 April 2015. Langkah yang di ambil oleh menteri termasuk juga :

– Pembentukan tim transisi untuk menukar PSSI ; dan
– Pemberian tanggung jawab tim nasional Indonesia serta seluruhnya pertandingan dibawah PSSI pada Komite Berolahraga Nasional Indonesia (KONI) serta Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Pada 4 Mei 2015, FIFA menginformasikan pada PSSI bahwa seluruhnya aksi yang di ambil kementerian (atau tubuh di bawahnya) yang meletakkan PSSI pada pelanggaran pasal 13 serta 17 Statuta FIFA mesti ditarik saat sebelum 29 Mei 2015, bila tidak jadi masalah itu bakal dirujuk ke tubuh FIFA yang sesuai sama untuk memperhitungkan hukuman. Pada 20 Mei 2015 kementerian menyampaikan kabar pada FIFA bahwa posisinya tak beralih, serta coba menuturkan keputusannya serta meminta bersua dengan FIFA kurun waktu singkat di dalam minggu Kongres FIFA. Pada 22 Mei 2015, FIFA mengingatkan kementerian masalah surat mereka tertanggal 18 Februari 2015 serta 4 Mei 2015, serta berikan deadline pada mereka. Diberitakan juga tak memungkinan FIFA bersua mereka di dalam Kongres FIFA lantaran pemberitahuannya mendadak. PSSI menghidangkan laporan akhir pada FIFA tertanggal 29 Mei 2015 yang mengonfirmasi bahwa kementerian belum menarik ketentuan itu.

Sesuai sama korespondensi FIFA tertanggal 4 Mei 2015, hal itu dirujuk pada Komite Eksekutif FIFA serta dibicarakan pada pertemuannya pada 30 Mei 2015. Komite Eksekutif FIFA menyimpulkan bahwa kementerian (atau tubuh di bawahnya) melakuan intervensi pada pengelolaan kesibukan sepakbola PSSI dalam pelanggaran serius pada pasal 13 serta 17 Statuta FIFA. Dalam soal ini, kami menginformasikan bahwa Komite Eksekutif FIFA mengambil keputusan, sesuai sama pasal 14 paragraf 1 dari Statuta FIFA, bahwa :

PSSI diskors, berlaku selekasnya hingga PSSI dapat penuhi kewajibannya dibawah pasal 13 serta 17 Statuta FIFA. Dengan cara spesial, hukuman cuma bakal dicabut bila :

– Komite Eksekutif PSSI yang dipilih dapat mengelola masalah PSSI dengan cara berdiri sendiri tanpa ada dampak dari pihak ketiga, termasuk juga kementerian (atau tubuh di bawahnya). ;
– tanggung jawab tim nasional Indonesia dikembalikan dibawah kewenangan PSSI ;
– tanggung jawab untuk seluruhnya pertandingan PSSI dikembalikan dibawah kewenangan PSSI atau liga di bawahnya ; dan
– seluruhnya club yang dilisensi PSSI dibawah ketentuan lisensi PSSI dapat berkompetisi di pertandingan PSSI.

Sepanjang masa hukuman, PSSI kehilangan hak keanggotannya (pasal 12 ayat 1 Statuta FIFA) serta seluruhnya tim Indonesia (nasional atau club) dilarang ikut serta kontak berolahraga dengan cara internasional, termasuk juga berperan serta di pertandingan FIFA serta AFC (terutama pasal 14 ayat 3 dari Statuta FIFA). Hukuman untuk PSSI juga menyebabkan mereka serta ofisial akan tidak memperoleh program pengembangan FIFA atau AFC, pendidikan, atau kursus sepanjang masa hukuman. Pada akhirnya, Komite Eksekutif FIFA mencatat bahwa tim nasional Indonesia berkompetisi di SEA Games 2015 di Singapura. Dalam basic pengecualian serta walau dihukum, Komite Eksekutif FIFA mengambil keputusan bahwa tim nasional Indonesia bisa selalu berperan serta di SEA Games hingga usai.

Kami berterima kasih untuk perhatian serta sangkanya meminta Anda untuk melanjutkan ketentuan ini pada pihak berkenaan serta semoga persoalan dapat dikerjakan secepat-cepatnya hingga hukuman dapat dicabut.

Salam hormat,
FEDERATION INTERNATIONALE DE FOOTBALL ASSOCIATION

Jerome Valcke
Sekretaris Jenderal
Cc : AFC

Baca Juga : Tim Transisi Sebut Masalah FIFA Sama Seperti PSSI

Tags:

About

View all posts by